Selasa, 22 November 2011

Cerita seorang sahabat

Salah satu sahabatku kini tengah galau akan kisah cintanya, tak disangka ia akan melewati fase memilih, antara ketidakpastian waktu dan resiko untuk kembali lagi beradaptasi dengan situasi, kondisi, menjalinkan yang belum terhubung bahkan mungkin sedikit akan menyakitkan dan memutus beberapa persaudaraan. Beberapa waktu lalu ia bertanya kepadaku tentang mana yang harus aku pilih, maka kuucapkan hal ini padanya, " aku tak kan memberikan jawaban yang mana yang sebaiknya kau pilih, namun aku mengusulkan untuk bertindak adil atas keduanya, kecenderunganmu saat ini dengan salah satunya belum pasti kan membahagiakanmu saat mendatang, tegaslah terhadap kepastian cintamu terhadap keduanya karna kutahu bahwa sesungguhnya wanita tak kan jenak dengan ketidakpastian, kemudian barulah kau pertimbangkan akan kebaikan di masa mendatang, hiduplah dengan seseorang yang mencintai dan menyayangimu tak berlebihan namun dapat mengantarkanmu lebih mencintai Tuhan,
Hiduplah dengan seseorang yang tak selalu memperbolehkan apa yang kau lakukan, namun dengan tegas melarangmu jika sesuatu yang kau lakukan salah dan dengan senang hati mendukungmu dalam hal kebaikan,
Hiduplah dengan seseorang yang tak hanya mencintaimu namun mencintai apa yang ada dalam hidupmu dan sekelilingmu,
Hiduplah dengan seseorang yang dapat membersaimu dengan tujuan yang arif serta kan membuat hidupmu dan hidupnya lebih mulia,
Hiduplah dengan seseorang yang tak menganggap dirinya seorang raja hingga kau tak diberi penjelasan dan tak dimintai pendapat akan apa yang dia lakukan, kau laksana anak-anak saat dia membelaimu, kau bagaikan ibu saat dia ingin berkisah tentang kesehariannya dan kau selaksa teman saat kalian tengah merangkai kehidupan"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar